Indeks Kekuatan
Relatif atau lebih dikenal dengan nama Relative Strength
Index (RSI) adalah merupakan suatu osilator yang digunakan
dalam analisis teknis untuk menunjukkan kekuatan harga dengan cara
membandingkan pergerakan kenaikan dan penurunan harga.
Metode RSI ini
diperkenalkan oleh J. Welles Wilder dan diterbitkan pada
majalah Commodities Magazine yang sekarang bernama Future
Magazine pada bulan Juni 1978 serta dalam bukunya yang
berjudul New Concepts in Technical Trading Systems, RSI ini menjadi
populer penggunaannya oleh karena secara relatif mudah diinterpretasikan.
Istilah
"kekuatan relatif" atau relative strength ini juga merujuk
pada kekuatan dari suatu saham dalam kaitannya dengan pasar secara keseluruhan
atau terhadap sektor usaha saham tersebut
Interpretasi
Wilder
berpendapat bahwa sekuriti dikatakan kelebihan minat beli apabila ia
mencapai nilai 70, yang artinya spekulator harus mempertimbangkan
untuk menjual,atau sebaliknya pada kondisi kelebihan minat jual pada nilai 30.
Prinsipnya adalah bahwa apabila terdapat proporsi yang tinggi atas pergerakan
nilai harian pada satu arah itu menunjukkan pertanda ekstrem, dan harga
kemungkinannya akan berbalik arah. Nilai 80 dan 20 biasanya digunakan juga atau
dapat juga bervariasi tergantung kondisi pasar misalnya "bullish" (
pasar naik) atau "bearish" ( pasar jatuh). Gelombang besar dan
kejatuhan harga sekuriti akan berpengaruh pada RSI, namun bisa juga
merupakan sinyal palsu untuk menjual ataupun membeli. RSI sangat baik apabila
digunakan bersama-sama dengan indikator analisis
teknikal lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar